menuntut ilmu
Ceramah
A
anas
4 Mei 2026
3 menit baca
1 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ،...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: {يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ} (المجادلة: 11).
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Hadirin, Bapak-bapak, Ibu-ibu, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sungguh suatu kehormatan bagi saya pada kesempatan yang berbahagia ini dapat berdiri di hadapan Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian. Perkenankanlah saya menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, nikmat, dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul di majelis yang penuh berkah ini. Semoga kehadiran kita semua dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT.
Malam hari ini, insya Allah, kita akan bersama-sama merenungkan dan mengkaji sebuah tema yang sangat fundamental dalam ajaran Islam, yaitu mengenai "Menuntut Ilmu". Sebuah topik yang senantiasa menjadi penekanan, baik dalam Al-Qur'an maupun dalam hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.
Umat Islam, yang sesungguhnya, adalah umat yang mulia. Kemuliaan itu datang salah satunya melalui jalan ilmu. Allah SWT sendiri telah menegaskan dalam firman-Nya yang mulia, sebagaimana kita dengarkan tadi, surah Al-Mujadalah ayat 11:
{يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ}
"Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."
Ayat ini sungguh sangat jelas memberikan gambaran betapa tinggi kedudukan orang berilmu di sisi Allah SWT. Ilmu bukanlah sekadar pemahaman biasa, namun ia adalah cahaya yang menerangi jalan kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat. Tanpa ilmu, kita akan tersesat, mudah terombang-ambing oleh syahwat dan keraguan.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya:
"Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)
Hadits ini memberikan semangat yang luar biasa bagi kita. Betapa aktivitas menuntut ilmu ini bukan hanya bermanfaat di dunia, tetapi juga merupakan investasi akhirat yang sangat menguntungkan. Bahkan, para ulama menyebutkan bahwa menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim, sebagaimana sabda Nabi:
"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al-Albani)
Kewajiban ini bersifat umum, berlaku bagi laki-laki maupun perempuan. Ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu agama, ilmu yang akan membimbing kita untuk mengenal Allah, mengenal syariat-Nya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, bukan berarti ilmu dunia diabaikan. Ilmu dunia yang bermanfaat, yang dapat menunjang kemaslahatan umat, juga sangat dianjurkan untuk dipelajari. Kuncinya adalah bagaimana ilmu itu kita gunakan semata-mata untuk meraih ridha Allah.
Bapak, Ibu sekalian, dalam konteks kehidupan desa kita, menuntut ilmu tidak harus melulu pergi ke kota besar atau ke perguruan tinggi. Menuntut ilmu bisa dimulai dari hal yang paling dekat. Dari para alim ulama, dari para kiai, dari guru-guru mengaji di masjid dan mushalla kita. Mengaji Al-Qur'an, mempelajari Hadits, memahami Fiqih, itu semua adalah bentuk penuntutan ilmu. Membaca buku-buku agama, mendengarkan kajian-kajian keagamaan seperti yang kita lakukan malam ini, adalah bagian dari ikhtiar kita untuk terus menambah bekal ilmu.
Penting untuk kita pahami, bahwa ilmu yang paling utama adalah ilmu yang mendekatkan diri kita kepada Allah. Ilmu yang membuat kita semakin takut kepada-Nya, semakin patuh kepada perintah-Nya, dan semakin menjauhi larangan-Nya. Ilmu tanpa amal adalah seperti pohon tanpa buah, yang tidak memberikan manfaat yang hakiki.
Oleh karena itu, hadirin sekalian, mari kita jadikan diri kita sebagai pribadi-pribadi pembelajar yang senantiasa haus akan ilmu. Mari kita ajak anak-anak kita, keluarga kita, tetangga kita, untuk gemar menuntut ilmu. Datanglah ke majelis taklim, perdalam pemahaman Al-Qur'an dan Hadits. Insya Allah, dengan ilmu, hidup kita akan lebih bermakna, langkah kita lebih terarah, dan kita akan menjadi hamba Allah yang beruntung.
Sebagai penutup, mari kita senandungkan doa bersama demi keselamatan kita di dunia dan akhirat, serta agar Allah senantiasa membukakan pintu ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.